0
Beranda Katalog Profil Penerbit Pesanan Saya

Langkah Nyata, Bukan Sekadar Cerita. Perjalanan Seorang Founder Penerbit Maktabain

Gambar Info Hubungi via WhatsApp

Di balik berdirinya sebuah penerbit, selalu ada cerita panjang yang tidak semua orang lihat. Cerita tentang proses, jatuh bangun, dan keberanian untuk memulai. Itulah yang tergambar dari perjalanan Misbahu Surur, seorang founder muda yang baru saja menuntaskan salah satu fase penting dalam hidupnya.

Pada tanggal 5 Mei 2026, Misbahu Surur resmi diwisuda setelah menyelesaikan studi S1 Teknik Informatika di Universitas Harkat Negeri Tegal. Momen ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa kuliah, tetapi juga awal dari perjalanan yang lebih besar.

Namun, ada sisi lain dari perjalanan ini yang tidak kalah penting.

Hidup di Dua Dunia: Kampus dan Pesantren

Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, Misbah tidak hanya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Ia juga hidup di lingkungan pesantren, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fajar Babakan Tegal.

Di tempat inilah ia tidak hanya belajar, tetapi juga mengabdikan dirinya.

Hari-harinya diisi dengan keseimbangan antara dunia akademik dan dunia pengabdian. Pagi hingga siang ia berjuang menyelesaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa Teknik Informatika, sementara di waktu lain ia hadir sebagai bagian dari pesantren, belajar, membantu, dan berkhidmat.

Pengalaman ini membentuk cara pandangnya terhadap hidup: bahwa ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat bagi orang lain.

Lahirnya Sebuah Langkah Besar di Ujung Perjalanan

Di saat sebagian mahasiswa sibuk menutup lembaran akhir perkuliahan, Misbah justru membuka lembaran baru. Di penghujung masa studinya, ia menghadirkan sebuah karya nyata: Penerbit Maktabain.

Penerbit ini bukan sekadar usaha, melainkan representasi dari perjalanan batin, kegelisahan, dan mimpi yang selama ini ia simpan. Dari seorang creator amatiran yang terus belajar menulis, mendesain, dan berkarya, kini ia berani mengambil peran lebih besar: menjadi wadah bagi karya-karya orang lain.

Maktabain lahir bukan dari kemapanan, tetapi dari keberanian dan juga dari nilai-nilai yang ia pelajari selama hidup di pesantren: kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan.

Antara Skripsi, Pengabdian, dan Impian

Masa akhir kuliah bukanlah fase yang mudah. Skripsi, revisi, tekanan waktu, dan tuntutan akademik menjadi bagian yang harus dilalui. Namun bagi Misbah, tantangan itu tidak berhenti di sana. Ia juga tetap menjalani peran dan tanggung jawabnya di pesantren.

Di tengah semua itu, muncul sebuah pertanyaan dalam dirinya:

"Apakah aku hanya akan selesai, atau aku juga akan mulai sesuatu?"

Dari pertanyaan itulah, ide tentang penerbit mulai tumbuh. Sedikit demi sedikit, ia membangun konsep, menyusun langkah, hingga akhirnya Penerbit Maktabain benar-benar hadir di dunia nyata.

Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal

Wisuda yang dilaksanakan pada 5 Mei 2026 menjadi simbol pencapaian, tetapi bukan titik akhir. Justru dari titik itulah, tanggung jawab baru dimulai.

Kini, Misbahu Surur tidak hanya dikenal sebagai lulusan Teknik Informatika, tetapi juga sebagai santri, pengabdi, dan founder muda yang berani menciptakan jalannya sendiri.

Menjadi Ruang Bagi Banyak Cerita

Melalui Penerbit Maktabain, Misbah ingin menghadirkan ruang bagi mereka yang memiliki cerita, tetapi belum menemukan tempat untuk bersuara. Ia memahami bagaimana rasanya memiliki banyak ide namun kesulitan merangkai kata—karena ia pernah berada di posisi itu.

Kini, ia ingin membantu orang lain agar tidak berhenti hanya karena ragu.

Penutup

Kisah ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang keseimbangan antara ilmu dan pengabdian. Tentang seseorang yang tidak hanya mengejar capaian pribadi, tetapi juga tetap menanamkan dirinya dalam lingkungan yang membentuk nilai hidupnya.

Tidak semua orang mampu berjalan di dua dunia sekaligus.

Namun dari perjalanan ini, kita belajar:

Bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi kita melangkah,

tetapi juga tentang seberapa dalam kita berakar.

Dilihat 51 kali • Diterbitkan 08 May 2026