0
Beranda Katalog Profil Penerbit Pesanan Saya
Sejarah Penerbit Maktabain

Sejarah Penerbit Maktabain

"Ruang Berkreasi, Generasi Literasi"

🏁 Awal Berdiri

Penerbit Maktabain berdiri di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sebagai inisiatif dari dua insan yang memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia literasi dan pendidikan. Nama “Maktabain” berasal dari bahasa Arab yang berarti dua perpustakaan. Makna ini kami artikan sebagai simbol dari dua ruang ilmu yang saling melengkapi, melambangkan kolaborasi antara generasi muda dan generasi berpengalaman dalam satu visi besar: menghadirkan penerbitan yang berakar pada nilai ilmu dan refleksi.

💡 Latar Belakang

Berawal dari semangat sederhana untuk mendokumentasikan karya reflektif, pendidikan, dan pesantren, Maktabain lahir bukan hanya sebagai penerbit buku, tetapi juga sebagai ruang berproses dan berbagi bagi para penulis muda, guru, dan santri.

Pendiri kami, Misbahu Surur, merupakan seorang pemuda jebolan pesantren yang memiliki kegigihan untuk membangun wadah literasi dari daerah. Beliau menggandeng seorang rekan berpengalaman di bidang pendidikan sebagai co-founder untuk bersama menumbuhkan semangat menulis dan membaca di kalangan generasi muda.

🏫 Fokus dan Arah

Sejak awal, Maktabain menempatkan diri sebagai penerbit pendidikan dan reflektif, menyuarakan nilai-nilai kehidupan, spiritualitas, dan kemanusiaan lewat karya tulis yang bermakna.

Kami juga menjalin kemitraan dengan sekolah, pesantren, dan kampus di berbagai daerah, terutama di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi "Ruang Berkreasi, Generasi Literasi."

🌱 Perkembangan

Dalam perjalanannya, Maktabain telah menerbitkan beragam karya, mulai dari buku refleksi, antologi, hingga buku pendidikan, yang ditulis oleh para penulis muda dari berbagai latar belakang.

Kami terus berkomitmen menghadirkan penerbitan yang mudah diakses, profesional, dan berjiwa sosial, serta membuka ruang kolaborasi bagi setiap penulis yang ingin tumbuh bersama kami.

✨ Makna dan Harapan

“Maktabain” bukan sekadar nama, tetapi simbol dari dua kekuatan ilmu, yang lahir dari pesantren dan pendidikan modern, yang menyatukan pengalaman dan semangat muda, dan yang terus berupaya menghidupkan literasi sebagai jalan keberkahan.

⬅️ Kembali ke Profil Penerbit